akhirnya gue pulang.
pulang dalam arti yang sebenarnya.
ketika akhirnya gue ngerasain lagi inilah tempat gue berasal.
beberapa minggu yang lalu gue sempet 'pulang'. tapi saat itu gue ngga ngrasa kembali ke tempat gue berasal. saat itu rumah ngga lain dari sebuah tempat menginap yang asing.
entah apa yang berbeda sama rumah kali ini.
atau mungkin gue yang berbeda?
yang jelas kali ini gue bener-bener ngrasa aman dan nyaman berada di rumah. kali ini rumah adalah tempat gue bersandar.
dan hari ini, untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan, gue bisa bilang : "mam, aku pulang" dengan perasaan 'aku senang aku bisa kembali ke rumah'.
Apr 21, 2005
Apr 19, 2005
seandainya lo mau pergi ke supermarket, dan ada dua supermarket yang sama asingnya. pergi kemana aja sama gambling nya.
lalu ada dua angkot, angkot pertama nglewatin supermarket A. angkot kedua nglewatin supermarket B. dan kedua angkot itu nglewatin jalan dimana (seandainya) lo sedang berdiri sekarang.
seandainya, ada pada situasi seperti itu, mungkin ga lo nglakuin hal ini: "angkot apapun yang gue temuin lebih dulu, berarti ke supermarket yang dilewatin angkot itulah yang akan gue pergi"
pernah ga ngalamin situasi kaya gini??
to let ur destiny make a decision for u...?
lalu ada dua angkot, angkot pertama nglewatin supermarket A. angkot kedua nglewatin supermarket B. dan kedua angkot itu nglewatin jalan dimana (seandainya) lo sedang berdiri sekarang.
seandainya, ada pada situasi seperti itu, mungkin ga lo nglakuin hal ini: "angkot apapun yang gue temuin lebih dulu, berarti ke supermarket yang dilewatin angkot itulah yang akan gue pergi"
pernah ga ngalamin situasi kaya gini??
to let ur destiny make a decision for u...?
Apr 2, 2005
a day aftermy birthday
hei!
ini pertama kalinya gue nulis blog di umur 19.
what's the difference between yasmin today and yasmin 2 days ago?
hmm... mungkin kalo dua hari lalu gue disodorin formulir, gue akan nulis "18" di kolom umur. dan sekarang gue akan nulis "19".
that's it?
mungkin ada beberapa perbedaan lagi. yasmin 2 hari yang lalu belum pernah ngeliat bandung di malam hari dari atas. yasmin 2 hari yang lalu lupa kalo ternyata dia punya temen2 yang baik dan perhatian. :)
sebenernya perubahan2 itu terjadi tiap hari. mungkin ga banyak bedanya hari ini sama kemarin, tapi ada banyak perbedaan antara hari ini dan setahun kemarin.
kaya kata temen gue : tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan.
tahun depan kira2 gue bakal gimana? hm, ga tau juga yah. gue alah satu orang yang jarang menentukan target. just go with the flow.
tapi selalu ada harapan (atau tuntutan?) dari orang2 sekitar gue.
arum : smoga makin pinter, cantik, dewasa, shaleh, tau apa yang loe inginkan dan tetep jadi mince yang gue kenal sejak 6 tahun lalu
eyang putri : smoga Allah selalu memudahkan jalan hidup yang akan kau tempuh. Tambah dewasa, tambah segalanya.
ayu : yasmin makin cantik.. pinter en sukses kuliah di itb
papa : semga selalu dlaman lindungan Allah. itb 4 tahun tamat.
dst dst...
jadi, gue punya tugas yang beraaat tahun ini...
ini pertama kalinya gue nulis blog di umur 19.
what's the difference between yasmin today and yasmin 2 days ago?
hmm... mungkin kalo dua hari lalu gue disodorin formulir, gue akan nulis "18" di kolom umur. dan sekarang gue akan nulis "19".
that's it?
mungkin ada beberapa perbedaan lagi. yasmin 2 hari yang lalu belum pernah ngeliat bandung di malam hari dari atas. yasmin 2 hari yang lalu lupa kalo ternyata dia punya temen2 yang baik dan perhatian. :)
sebenernya perubahan2 itu terjadi tiap hari. mungkin ga banyak bedanya hari ini sama kemarin, tapi ada banyak perbedaan antara hari ini dan setahun kemarin.
kaya kata temen gue : tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan.
tahun depan kira2 gue bakal gimana? hm, ga tau juga yah. gue alah satu orang yang jarang menentukan target. just go with the flow.
tapi selalu ada harapan (atau tuntutan?) dari orang2 sekitar gue.
arum : smoga makin pinter, cantik, dewasa, shaleh, tau apa yang loe inginkan dan tetep jadi mince yang gue kenal sejak 6 tahun lalu
eyang putri : smoga Allah selalu memudahkan jalan hidup yang akan kau tempuh. Tambah dewasa, tambah segalanya.
ayu : yasmin makin cantik.. pinter en sukses kuliah di itb
papa : semga selalu dlaman lindungan Allah. itb 4 tahun tamat.
dst dst...
jadi, gue punya tugas yang beraaat tahun ini...
Mar 27, 2005
here again... in front of my dad's computer. wondering what should i do in jakarta.
setelah 11 tahun tinggal di jakarta, seharusnya jakarta itulah kota halaman gue. tapi kenapa (sekali lagi) gue kangen bandung? yang bahkan belum sampe 1 tahun gue tinggal disana. huwh, nevermind...
mikirin bandung. jadi inget sama suatu malam beberapa hari kemarin. di salah satu tempat biliar di Dago, gue dan 2 orang temen gue ngomongin (atau nggosip?) tentang status. status disini bukannya status di ktp : kawin/belum kawin. tapi status jomblo/punya pacar.
pentingkah?
salah satu temen gue mengiyakan dengan mantap. yang satu lagi cuma senyum2 (ga tau maksudnya apa).
"tanpa status tuh berat. kita ga bisa nuntut apa2", ini omongan temen gue yang lain di waktu yang lain pula.
so?
ditanya penting apa enggak, jawaban gue enggak. tapi ga terlarang juga karena gue bukan orang anti berstatus yang mempertahankan prinsipnya sampai2 kehilangan yang paling berharga. tapi kalo emang prinsipnya itu lebih berharga, yah terserah aja.
3 tahun lalu mungkin status itu masih penting buat gue. waktu gue masih menganggap pacaran itu sebagai salah satu atribut (ga tau atribut apaan). gue sayang sama dia. tapi ga cukup disitu aja. ego gue pengen dia jadi milik gue. dengan jadiin dia sebagai 'cowok gue' (yang artinya kurang lebih 'punya gue. dilihat boleh, dipegang jangan'), gue punya 'hak' untuk nglarang ini itu, minta ini itu, cemburu, dsb.
pandangan itu mulai berubah kira2 setahun yang lalu. salah satu temen gue 'mengumpankan' masalah ini ke pikiran gue. dan akhirnya gue mulai 'termakan' oleh pikiran ini sampai sekarang.
jadi, apa gunanya status?
bukannya yang paling penting apa yang gue rasain? atau apa yang terjadi? apa yang gue jalanin? apa yang bikin gue seneng? apa yang gue pikirin?
"i don't think i would love someone more because of he's mine. i've already loved him before that."
buat orang2 yang takut pasangannya diambil orang lain karena statusnya belum jelas, sebenernya kalian ga perlu takut. kalo emang pasangan kalian itu bisa dengan mudahnya 'berpindah ke lain hati', berarti he/she's not worhted (sorry, gue pinjem istilah ini dari seseorang).
bukannya status itu 'dikasih' sama lingkungan sekitar kita? si A itu pacarnya B, selingkuhannya C, dst.
tanpa perlu diakuin lingkungan sekitar pun boleh2 aja kok kalo mau punya feeling apapun.
a relationship doesn't need status, it needs you, the one you love, and feelings.
yah, cukup sekian bla bla bla nya. karena nyokap udah teriak2 nyuruh gue mandi. wait a minute mom!
setelah 11 tahun tinggal di jakarta, seharusnya jakarta itulah kota halaman gue. tapi kenapa (sekali lagi) gue kangen bandung? yang bahkan belum sampe 1 tahun gue tinggal disana. huwh, nevermind...
mikirin bandung. jadi inget sama suatu malam beberapa hari kemarin. di salah satu tempat biliar di Dago, gue dan 2 orang temen gue ngomongin (atau nggosip?) tentang status. status disini bukannya status di ktp : kawin/belum kawin. tapi status jomblo/punya pacar.
pentingkah?
salah satu temen gue mengiyakan dengan mantap. yang satu lagi cuma senyum2 (ga tau maksudnya apa).
"tanpa status tuh berat. kita ga bisa nuntut apa2", ini omongan temen gue yang lain di waktu yang lain pula.
so?
ditanya penting apa enggak, jawaban gue enggak. tapi ga terlarang juga karena gue bukan orang anti berstatus yang mempertahankan prinsipnya sampai2 kehilangan yang paling berharga. tapi kalo emang prinsipnya itu lebih berharga, yah terserah aja.
3 tahun lalu mungkin status itu masih penting buat gue. waktu gue masih menganggap pacaran itu sebagai salah satu atribut (ga tau atribut apaan). gue sayang sama dia. tapi ga cukup disitu aja. ego gue pengen dia jadi milik gue. dengan jadiin dia sebagai 'cowok gue' (yang artinya kurang lebih 'punya gue. dilihat boleh, dipegang jangan'), gue punya 'hak' untuk nglarang ini itu, minta ini itu, cemburu, dsb.
pandangan itu mulai berubah kira2 setahun yang lalu. salah satu temen gue 'mengumpankan' masalah ini ke pikiran gue. dan akhirnya gue mulai 'termakan' oleh pikiran ini sampai sekarang.
jadi, apa gunanya status?
bukannya yang paling penting apa yang gue rasain? atau apa yang terjadi? apa yang gue jalanin? apa yang bikin gue seneng? apa yang gue pikirin?
"i don't think i would love someone more because of he's mine. i've already loved him before that."
buat orang2 yang takut pasangannya diambil orang lain karena statusnya belum jelas, sebenernya kalian ga perlu takut. kalo emang pasangan kalian itu bisa dengan mudahnya 'berpindah ke lain hati', berarti he/she's not worhted (sorry, gue pinjem istilah ini dari seseorang).
bukannya status itu 'dikasih' sama lingkungan sekitar kita? si A itu pacarnya B, selingkuhannya C, dst.
tanpa perlu diakuin lingkungan sekitar pun boleh2 aja kok kalo mau punya feeling apapun.
a relationship doesn't need status, it needs you, the one you love, and feelings.
yah, cukup sekian bla bla bla nya. karena nyokap udah teriak2 nyuruh gue mandi. wait a minute mom!
Jan 31, 2005
Batas-batas itu...
barusan ada yang bilang ke gue, temennya nanya : Apa batas antara teman dan suka?
Honestly, pertanyaan yang sama juga udah cukup lama ada dalam pikiran gue.
Apa batasnya? Gimana kita tau apakah kita bener2 suka seseorang (karena gue cewek..) sebagai cowok atau hanya sekedar suka sebagai teman?
Kira2 setengah tahun yang lalu gue pernah ngrasain sesuatu yang special sama seorang cowok. Dan dia bilang dia juga ngrasain yang sama...
Berawal dari seringnya gue dan dia saling curhat, ngobrol tengah malam, sms an, dsb. Kita jadi deket banget. Tapi gue bingung, dia juga bingung, sebenernya apa sih yang kita rasain? Are we in love? Atau hanya sekedar rasa sayang antar temen?
It took several times before we realized... ternyata rasa spesial itu hanya sekedar rasa sayang antar temen aja yang mungkin justru lebih berharga daripada rasa sayang sama pacar.
Sampai sekarang gue masih keep in touch sama dia, biarpun udah ga sesering dulu (dia sekarang jauh disana... Hiks). Dan gue bersyukur saat itu gue dan dia udah memilih jalan temenan kayak gini. Ga kebayang deh apa jadinya kalo sampe gue dan dia jadian...
Sejak itu, gue jadi sangat sangat (atau mungkin terlalu..) mempertimbangan sebelum gue mutusin apakah gue suka sama seseorang sebagai temen atau sebagai cowok. Dan sampai sekarang sebenernya gue masih belum jelas ada dimana batas itu...
I think i have to find it soon before it's too late...
Honestly, pertanyaan yang sama juga udah cukup lama ada dalam pikiran gue.
Apa batasnya? Gimana kita tau apakah kita bener2 suka seseorang (karena gue cewek..) sebagai cowok atau hanya sekedar suka sebagai teman?
Kira2 setengah tahun yang lalu gue pernah ngrasain sesuatu yang special sama seorang cowok. Dan dia bilang dia juga ngrasain yang sama...
Berawal dari seringnya gue dan dia saling curhat, ngobrol tengah malam, sms an, dsb. Kita jadi deket banget. Tapi gue bingung, dia juga bingung, sebenernya apa sih yang kita rasain? Are we in love? Atau hanya sekedar rasa sayang antar temen?
It took several times before we realized... ternyata rasa spesial itu hanya sekedar rasa sayang antar temen aja yang mungkin justru lebih berharga daripada rasa sayang sama pacar.
Sampai sekarang gue masih keep in touch sama dia, biarpun udah ga sesering dulu (dia sekarang jauh disana... Hiks). Dan gue bersyukur saat itu gue dan dia udah memilih jalan temenan kayak gini. Ga kebayang deh apa jadinya kalo sampe gue dan dia jadian...
Sejak itu, gue jadi sangat sangat (atau mungkin terlalu..) mempertimbangan sebelum gue mutusin apakah gue suka sama seseorang sebagai temen atau sebagai cowok. Dan sampai sekarang sebenernya gue masih belum jelas ada dimana batas itu...
I think i have to find it soon before it's too late...
Jan 15, 2005
Cowok pun 'PMS'...???
Menurut penelitian medis, biasanya menjelang haid wanita mengalami yang namanya Pre-Menstruation Syndrome (PMS). PMS bisa menyerang fisik maupun psikologis. Kalo menyerang psikologis, biasanya cewek PMS itu jadi lebih cepet marah dsb.
Itu cewek…
Trus, kalo cowok gimana dong?
Sekitar seminggu lalu, temen cowok gue yang biasanya baiiik banget tiba2 marah sama gue dan temen gue hanya karena masalah yang menurut gue kecil. Entah apa gue yang kurang peka, tapi temen2 gue yang lain juga sepakat kalo masalah itu emang kecil dan mungkin aja dia yang lagi agak ‘sensitif’. Karena ga mau perpanjang masalah, gue minta maaf aja. Mungkin dia juga punya alas an sendiri kenapa sampe marah.
Dan, baru aja… Fresh from the oven. Temen cowok gue yang lain (sepertinya ) marah, paling engga kesssel sama gue. Karena gue ngomong sesuatu yang kayaknya nyinggung dia lewat sms. Padahal, temen gue yang satu ini paling jago ngatain orang dan ga pernah marah juga walau dikatain apapun juga. Biarpun gue udah ngirim sms permintaan maaf, tapi sampe sekarang ga dibales2.
Kalo mereka emang tipe cowok yang gampang tersinggung, yah gue maklum deh…
Atau mungkin tanpa sadar gue emang keterlaluan, tapi kan… FOR GOD SAKE! ada apa sih dengan mereka???? Emang cowok juga ngalamin ‘PMS’ ya???
Itu cewek…
Trus, kalo cowok gimana dong?
Sekitar seminggu lalu, temen cowok gue yang biasanya baiiik banget tiba2 marah sama gue dan temen gue hanya karena masalah yang menurut gue kecil. Entah apa gue yang kurang peka, tapi temen2 gue yang lain juga sepakat kalo masalah itu emang kecil dan mungkin aja dia yang lagi agak ‘sensitif’. Karena ga mau perpanjang masalah, gue minta maaf aja. Mungkin dia juga punya alas an sendiri kenapa sampe marah.
Dan, baru aja… Fresh from the oven. Temen cowok gue yang lain (sepertinya ) marah, paling engga kesssel sama gue. Karena gue ngomong sesuatu yang kayaknya nyinggung dia lewat sms. Padahal, temen gue yang satu ini paling jago ngatain orang dan ga pernah marah juga walau dikatain apapun juga. Biarpun gue udah ngirim sms permintaan maaf, tapi sampe sekarang ga dibales2.
Kalo mereka emang tipe cowok yang gampang tersinggung, yah gue maklum deh…
Atau mungkin tanpa sadar gue emang keterlaluan, tapi kan… FOR GOD SAKE! ada apa sih dengan mereka???? Emang cowok juga ngalamin ‘PMS’ ya???
Jan 14, 2005
jakarta oh jakarta
Belum sampe 36 jam gue jakarta...
Tadi siang gue nemenin temen gue belanja. sepanjang jalan gue ngrasa asing sama jalanan disini. tiba2 gue ngrasa sumpek ngliat mobil2 yang melimpah ga karuan gitu. tiba2 jalanan di jakarta jadi jalan yang panjang banget sampe gue bingung kapan nyampenya. tiba2 jakarta jadi berasa jadi tempat paling gerah sedunia. tiba2 jakarta jadi terlalu ruwet buat gue.
kenapa juga gue mesti ngrasain hidup di Bandung... yang bikin gue sadar kalo jakarta itu adalah rajanya keruwetan.
tapi, balik ke jakarta berarti kembali ke 'kehidupan lama', ngontak temen2 lama, dsb. itu yang bikin gue seneng. biarpun sejauh ini gue baru ketemu satu orang, tapi udah cukup menyenangkan. ternyata biarpun gue ga terlalu suka sama jakarta, gue masih suka sama para penghuninya... mmm, gue jadi inget sama seseorang yang belakangan ini sering kepikiran... lagi ngapain ya dia?
(wah, endingnya kurang nyambung yah,,,)
Tadi siang gue nemenin temen gue belanja. sepanjang jalan gue ngrasa asing sama jalanan disini. tiba2 gue ngrasa sumpek ngliat mobil2 yang melimpah ga karuan gitu. tiba2 jalanan di jakarta jadi jalan yang panjang banget sampe gue bingung kapan nyampenya. tiba2 jakarta jadi berasa jadi tempat paling gerah sedunia. tiba2 jakarta jadi terlalu ruwet buat gue.
kenapa juga gue mesti ngrasain hidup di Bandung... yang bikin gue sadar kalo jakarta itu adalah rajanya keruwetan.
tapi, balik ke jakarta berarti kembali ke 'kehidupan lama', ngontak temen2 lama, dsb. itu yang bikin gue seneng. biarpun sejauh ini gue baru ketemu satu orang, tapi udah cukup menyenangkan. ternyata biarpun gue ga terlalu suka sama jakarta, gue masih suka sama para penghuninya... mmm, gue jadi inget sama seseorang yang belakangan ini sering kepikiran... lagi ngapain ya dia?
(wah, endingnya kurang nyambung yah,,,)
Subscribe to:
Posts (Atom)
The Other Blog
Dear all, This blog is not going to be updated often as I have created another one at www.floresianay.wordpress.com which will be focusi...
-
Anak perempuan itu bernama Iis. Usianya baru 12 tahun. Baru lulus SD. Tingginya mungkin sekitar 145 cm. Dadanya masih rata, perawakannya kur...
-
Di suatu petang. Dua orang adik kakak perempuan mengobrol di teras rumah. Datanglah seorang ibu-ibu. "Udah ada uang buat bayar kontraka...
-
About a couple weeks ago, a friend of mine asked me a question, “Can you forgive, if you can’t forget?”. The question reminded me of an epis...