Jun 1, 2010

Victimized

Di suatu petang. Dua orang adik kakak perempuan mengobrol di teras rumah.

Datanglah seorang ibu-ibu. "Udah ada uang buat bayar kontrakan belom?", hardik si ibu-ibu.

Si kakak, dibantu adiknya, berdiri, "Maaf, Bu, tapi belum ada uangnya", ujarnya memelas.

"Eeehh, gimana sih, ga ada uang ga ada uang. Lo udah nunggak 5 bulan!", si ibu makin ketus.

"Iya, Bu, tapi saya belum ada uang", yak, si Kakak merepetisi.

"Lo kira ini rumah punya engkong lo!", si ibu menghardik makin kasar.

"Tapi Bu, saya belum ada uang," macam burung Beo ini si Kakak. Lalu ditambahkan, "besok, kalau saya ada uang, pasti saya bayar."

Jedaaang!!

Adegan di atas bukan kisah nyata. Cuma potongan sinetron yang kebetulan menarik perhatian saya ketika browsing.

Peran protagonis disini sebenarnya si adik-kakak yang cantik-cantik itu. But none of my sympathy goes for them. Ya iyalah si yang punya kontrakan marah.
Tunggakan udah 5 bulan.
Ditagih, malah membeo 'saya belum punya uang'.
Sekalinya ada kata 'besok', itu pun diikuti kata 'kalau punya uang'.
Solusi tidak ada.

Paling buruknya adalah, tayangan sinetron ini memposisikan mereka seolah-olah korban dari pemilik kontrakan. Tokoh utama yang penting baik, pasrah dan cantik. Tidak perlu pintar-pintar amat, apalagi solutif.
Yeah, great. Kalau semua orang begitu, ditunggu sampai kiamat juga Indonesia nggak akan maju.

Malam ini saya ingin berdoa:
Semoga sinetron bukanlah cerminan pola pikir orang-orang Indonesia.
Semoga penonton sinetron mengerti bahwa tingkah victimized tokoh sinetron tidak patut ditiru.
Semoga adik kecil sana dan anak-anak saya dan anak-anak Anda nanti tidak tercemar pola pikir itu.
Amin.

8 comments:

  1. Amiiin... mengamini doanya yasmin..

    ReplyDelete
  2. jadi intinyaaa, kalau mau sukses harus apaa miiiin?

    kerja keraas!

    ReplyDelete
  3. Anonymous8:35 PM

    sinetron indonesia gak selalu cerminan pola pikir masyarakat indonesia, tapi yg gw khawatirkan orang nyontoh apa yang ditayangkan di sinetron... klo liat dari cuplikan adegan itu, bisa aja kan orang mikir itu ibu yg punya kontrakan sirik sama mbak2 cantik... padahal mah mau cantik sejagat juga klo nunggak kontrakan yah mestinya ditendang keluar rumah :P

    yang pertama kali gw pikir pas baca postingan ini, klo gw jadi ibu2 yg punya kontrakan, gw bakalan bilang : "udah tau kontrakan nunggak, ngapain lu duduk2 ngobrol? bukannya cari duit sana!" -kayaknyabakalanjadiibukontrakanyanggalak :P-

    ReplyDelete
  4. wahyu darmayani9:36 AM

    moral of the story :

    1. Kalau cantik jangan ngontrak
    2. Lebih baik memelihara beo untuk membantu kerja kita
    3. Kalau galax jangan buka kontrakan
    4. Kalau bete di rumah jangan nongtong sinetron non... (mendingan baca buku Dasar-Dasar Metode Statistika atau Pengantar Ilmu Ekonomi Makro * nglawak MODE ON :)
    pa Kabar YASMIN.....? (padahal kangen)

    ReplyDelete
  5. singkirkan tv dari rumah anda...!

    ReplyDelete
  6. @mona: amin!

    @batari: ya Bat, kerja keras! Kalo ga mau kerja keras, ya jadilah cerdik supaya orang lain yang kerja, kita dapet untung. waakaka.

    @splendidofsun: *ngakak guling2 baca komennya*

    @pak wahyu: ahahahahaha. kalo cantik dan ga punya beo dan ga cukup cerdik untuk cari duit sendiri, nikah sama om2 kaya aja. hihihi.
    Saya baik pak disini. :D

    @sigit: hehe, ga semua yang di tv itu jelek juga sih. sinetron juga ga bisa dilarang. tapi kok ya menjamur amat sih. bikin kesel.
    kalo punya bocah di rumah, mending langganan tv kabel aja. bisa di-lock channel2 yang ga penting.

    ReplyDelete
  7. Anonymous12:26 PM

    dan udah tau belom bayar 5 bulan masih aja berani ngobrol ngalor ngidul di teras rumah. ngumpet dong ah. :P

    lock indosi*r, lock tp* hahaha

    ReplyDelete
  8. @ray: iya Ray, cobalah lo ajarin cara2nya ngumpet dari penagih utang. wahahahahahaha.
    *ditibanpenagihutang

    ReplyDelete

Humor me. Drop some comment.

The Other Blog

Dear all, This blog is not going to be updated often as I have created another one at www.floresianay.wordpress.com which will be focusi...