kemaren akhirnya terjadilah...
uts pske dan probstat.
ok, pske beres.
kepala udah mulai pusing. ga tau kenapa. mungkin karena kurang tidur.
dilanjutin uts probstat. pake telat lagi.
kertas ujian dibagikan. 5 soal.
mati gue...
uts itu berakhir dengan perasaan tidak menentu.
gue harus persiapin diri buat ngulang probstat tahun depan.
unfortunately, the day is not over yet. not even close.
ada kaderisasi boulevard. jadilah kepala gue yang lagi pusing ini dibawa keliling itb demi ngasih liat ke caboul-caboulnya titik-titik distribusi di kampus.
jangan pikirin yang udah lewat. bukan salah siapa2 lo ga bisa ngerjain probstat. bukan salah siapa2 kepala lo jadi sakit. floresiana yasmin indriasti, behave please.
akhirnya jarak itu terlampaui. kembali lagi ke boulevard. kaderisasi selanjutnya oleh vero.
akhirnya buka puasa di kbl. saat itu, gue bener2 berharap bisa balik ke kosan, tidur. still, the day is not over yet. prosman masih menanti.
jadilah malam itu gue dan kelompok prosman gue ke dago asri. ngerjain prosman di kosannya mico.
saat itulah gue mulai ga bisa kontrol kesadaran lagi. kepala gue sakit banget.
need to sleep.
akhirnya gue minta izin tidur 10 menit. 10 menit kemudian alarm hp gue nyala.
bukannya makin baikan, kepala gue makin menggila. di tengah siksaan itu, gue sadar kalo gue belom ngerjain apa2 sementara yang lain lagi sibuk bikin SW dan sketsa.
dan masih di tengah siksaan itu, gue berusaha bikin dasar teori.
cuma nerjemahin yang ada di buku. apa susahnya? toh cuma ngbacain, yang nulis boteh.
ga semudah itu kalo kepala lo lagi seperti ditusuk2. dua kalimat, tiga kalimat. gue nyerah. gue putusin bakal gue kerjain sendiri di rumah.
setengah mati gue berusaha menjaga kesadaran. sampai akhirnya menjelang jam 9 mico harus worksampling. dan akhirnya diputuskan kalo prosman akan dikerjakan kemudian hari.
ga tau mesti seneng apa engga. karena gue ga yakin bisa jalan sampe depan dago asri dengan keadaan kayak gini. butuh tidur bentaaar aja.
gue coba hubungin temen gue yang rumahnya ga jauh dari situ. ternyata dia lagi ga di rumah.
ya sudah, gue bulatkan niat, setelah sakit kepalanya agak redaan dikit dan akal sehat gue mulai jalan, akhirnya gue jalan sampe depan. nyebrang. naik angkot.
sebenernya bisa aja cuma naik angkot sekali. tapi berarti mesti jalan dikit. huh!
naik angkot dua kali aja, yang penting ga banyak jalan!
sampe kosan. langsung ke tempat tidur. kesadaran gue lenyap. tengah malem sempet kebangun. cuma ganti baju trus tidur lagi. begitu nyenyak sampai jam 5.
sahur terlewat begitu saja.
Oct 11, 2005
Oct 9, 2005
so little time
awh, setelah sekian lama akhirnya ngnet juga.
yang pertama kali gue buka : email.
ada lumayan banyak email yang masuk. tapi kebanyakan dari Friendster atau milis.
mmm, okelah. coba buka friendster.
ga banyak yang berubah. baik yang pertama maupun yang kedua.
tapi tapi...
melihat begitu produktifnya orang2 dalam dunia maya ini sedikit bikin sirik.
gini looh, bukannya sok sibuk, tapi kuliah semester ini tuh bener2... wow!
jangankan sekedar pergi ke warnet, untuk ngambil duit di ATM aja mesti di sempet2in banget.
ga tulah, mungkin gue aja yang kesulitan membagi waktu.
udah berapa hari ini ga pernah gue tidur selama lebih dari 4 jam. bentar lagi udah kayak panda kali gue.
dan at least keadaan kayak gini masih bersambung sampai 2 minggu ke depan. coz, 2 minggu ini akan ada UTS2.
tapi di minggu2 yang sibuk ini, masih sempet2nya gue pulang ke jakarta. berangkat sabtu siang, pulang ke bandung minggu sore. orang-orang bilang, "nekat lo, min!"
bukan masalah gue udah siap menghadapi UTS, tapi ini karena gue udah janji sama mama.
buat beberapa orang mungkin ini masalah sepele. toh nyokap masih bisa nunggu sampe minggu depan atau minggu depannya lagi.
well, kalo bisa bikin nyokap ga nunggu, kenapa engga?
yang pertama kali gue buka : email.
ada lumayan banyak email yang masuk. tapi kebanyakan dari Friendster atau milis.
mmm, okelah. coba buka friendster.
ga banyak yang berubah. baik yang pertama maupun yang kedua.
tapi tapi...
melihat begitu produktifnya orang2 dalam dunia maya ini sedikit bikin sirik.
gini looh, bukannya sok sibuk, tapi kuliah semester ini tuh bener2... wow!
jangankan sekedar pergi ke warnet, untuk ngambil duit di ATM aja mesti di sempet2in banget.
ga tulah, mungkin gue aja yang kesulitan membagi waktu.
udah berapa hari ini ga pernah gue tidur selama lebih dari 4 jam. bentar lagi udah kayak panda kali gue.
dan at least keadaan kayak gini masih bersambung sampai 2 minggu ke depan. coz, 2 minggu ini akan ada UTS2.
tapi di minggu2 yang sibuk ini, masih sempet2nya gue pulang ke jakarta. berangkat sabtu siang, pulang ke bandung minggu sore. orang-orang bilang, "nekat lo, min!"
bukan masalah gue udah siap menghadapi UTS, tapi ini karena gue udah janji sama mama.
buat beberapa orang mungkin ini masalah sepele. toh nyokap masih bisa nunggu sampe minggu depan atau minggu depannya lagi.
well, kalo bisa bikin nyokap ga nunggu, kenapa engga?
Aug 29, 2005
too much pain...?
rangga bilang saat ini musim bercinta.
tapi entah kenapa beberapa hari belakangan ini banyak banget gue ngeliat orang2 yang lagi patah hati dan semacamnya.
pretending. itu senjata utama untuk menyembunyikan perasaan. bahkan untuk membohongi diri sendiri kalo "gue ga lagi patah hati kok", atau patah hati is not a big deal for me.
liat deh, berapa banyak wajah ceria yang asik ngobrol sana sini, ketawa ini itu. tapi kalo lo pinter menangkap momen, akan keliatan roman muka yang sedih. ada sesuatu yang mau diungkapkan tapi ditahan. karena kalo dilepaskan akan ada air mata yang keluar.
jujur, gue sedih ngeliatnya. bukannya sok simpatik apa gimana. gue juga ga akan sok tau bilang 'gue tau gimana rasanya'. tapi ngeliat perubahan itu bikin dada gue jadi sesak (sedikit sih...).
well, buat orang2 yang lagi patah hati baik yang terang2an maupun pretending, gue punya satu saran.
bayangin bahwa banyak orang yang lebih menderita dari elo. tapi toh mereka bisa survive. tiap kali bangun pagi, itu adalah sebuah kemenangan buat elo karena berhasil nglewatin hari kemarin.
ada seorang istri yang ditinggal suaminya tanpa kabar sampai lebih dari 7 tahun. ada orang yang udah pacaran 5 tahun tiba2 ceweknya hamil sama cowok lain. dan ada beribu2 orang putus cinta di luar sana.
but they kept survive.
tapi entah kenapa beberapa hari belakangan ini banyak banget gue ngeliat orang2 yang lagi patah hati dan semacamnya.
pretending. itu senjata utama untuk menyembunyikan perasaan. bahkan untuk membohongi diri sendiri kalo "gue ga lagi patah hati kok", atau patah hati is not a big deal for me.
liat deh, berapa banyak wajah ceria yang asik ngobrol sana sini, ketawa ini itu. tapi kalo lo pinter menangkap momen, akan keliatan roman muka yang sedih. ada sesuatu yang mau diungkapkan tapi ditahan. karena kalo dilepaskan akan ada air mata yang keluar.
jujur, gue sedih ngeliatnya. bukannya sok simpatik apa gimana. gue juga ga akan sok tau bilang 'gue tau gimana rasanya'. tapi ngeliat perubahan itu bikin dada gue jadi sesak (sedikit sih...).
well, buat orang2 yang lagi patah hati baik yang terang2an maupun pretending, gue punya satu saran.
bayangin bahwa banyak orang yang lebih menderita dari elo. tapi toh mereka bisa survive. tiap kali bangun pagi, itu adalah sebuah kemenangan buat elo karena berhasil nglewatin hari kemarin.
ada seorang istri yang ditinggal suaminya tanpa kabar sampai lebih dari 7 tahun. ada orang yang udah pacaran 5 tahun tiba2 ceweknya hamil sama cowok lain. dan ada beribu2 orang putus cinta di luar sana.
but they kept survive.
Aug 27, 2005
wat?
It was about 13.25 when I got to Jatinegara. The train was late for almost 30 minutes. The heat was burning Jakarta. That was a kind of circumstances I would say that ‘I am melting’ in any meaning.
*
I got into the train at 10 o’ clock. 25 minutes earlier from the schedule. For several minutes I didn’t know what to do except kept my eyes to the seat in front of me and let my mind looking for a nice thing to be think of before the train left.
A week ago my dad gave me a book titled ‘The Alchemist’. I read (and sleep a lot) the book during the journey.
There’s a quote from the book:
When each day is the same as the next, it’s because people fail to recognize the good things that happen in their lives every day that sun rises.
*
It was already 9 pass 15 when the class finally over.
Actually I’m quite interest to this class. But, it was Saturday and the class began at 7 o’clock and I had to go 3 floors up.
After the class I told my friend that I want to go to Jakarta.
‘Sekarang banget? Kenapa?’, she asked.
I told her that I just had to go for my mom.
But the truth was I just wanted to escape from Bandung for a while.
*
The alarm rang very loud at 5.30 sharp. It forced me to woke up even tough I didn’t want to.
Just after I turned it off, I got back to my bed but I failed to continue my dream. So the thought of how flat my life was, that had been several times came lately, came again.
I should’ve thanked to God for my life. I lack of almost nothing.
I was just trapped in boredom of my daily life; even I got lots of different things to do each day. I also got bored with the feelings that I felt to people.
And it seemed like these circumstances were going to be last for a long time.
*
I got home at about 14.00. There was no one in my house knew that I would go home. Not even my mom. But she wasn’t at home when I arrived anyway.
It was him the first person who noticed me just when I opened the door.
He ran to me with his little steps, smiling, and shouted my name loudly.
Just when he hugged me and laughed, I felt like... :)
*
I got into the train at 10 o’ clock. 25 minutes earlier from the schedule. For several minutes I didn’t know what to do except kept my eyes to the seat in front of me and let my mind looking for a nice thing to be think of before the train left.
A week ago my dad gave me a book titled ‘The Alchemist’. I read (and sleep a lot) the book during the journey.
There’s a quote from the book:
When each day is the same as the next, it’s because people fail to recognize the good things that happen in their lives every day that sun rises.
*
It was already 9 pass 15 when the class finally over.
Actually I’m quite interest to this class. But, it was Saturday and the class began at 7 o’clock and I had to go 3 floors up.
After the class I told my friend that I want to go to Jakarta.
‘Sekarang banget? Kenapa?’, she asked.
I told her that I just had to go for my mom.
But the truth was I just wanted to escape from Bandung for a while.
*
The alarm rang very loud at 5.30 sharp. It forced me to woke up even tough I didn’t want to.
Just after I turned it off, I got back to my bed but I failed to continue my dream. So the thought of how flat my life was, that had been several times came lately, came again.
I should’ve thanked to God for my life. I lack of almost nothing.
I was just trapped in boredom of my daily life; even I got lots of different things to do each day. I also got bored with the feelings that I felt to people.
And it seemed like these circumstances were going to be last for a long time.
*
I got home at about 14.00. There was no one in my house knew that I would go home. Not even my mom. But she wasn’t at home when I arrived anyway.
It was him the first person who noticed me just when I opened the door.
He ran to me with his little steps, smiling, and shouted my name loudly.
Just when he hugged me and laughed, I felt like... :)
Aug 7, 2005
it's about her
Aku mau ke pensi labs. Temenin dnkss…semuamuanya aku yang bayarin deh.. aku tungguin di pS sekarang yah
Duwh, gimana yah… aku lagi di 81. ga bisa kesana. Lagian ga bawa uang buat naik taxi ke ps
Pinjem siapa dulu kek… pokoknya ke ps aja dulu deh sekarang.
*
Lagi dimana?
Otw ke ps
*
Dimana?
Di depan ps. Kamu dimana?
Di food court depan fiesta steak.
*
Cepat-cepat kami (aku dan 2 orang teman) menuju ke food court. tengok kiri kanan, lalu terlihatlah sosoknya duduk manis sendirian.
“lho, temen-temen kamu mana?”
“udah pergi”
“kenapa nggak ikut?”
“kayaknya dia mau pergi sama temen-temennya dulu baru ke pensi”
Sambil mencerna kata-katanya aku menarik kursi dan duduk.
“aku ga bisa nemenin ke labs lho... udah bilang ke mama?”
“beluuum… gimana bilangnya???”
Pertanyaan-pertanyaan berikutnya seperti : jam berapa, naik apa, janjian sama temennya gimana, semuanya dijawab dengan mengangkat bahu atau “mmm…”
Aku ambil handphonenya dan kuketik sebuah sms.
Send. Delivered.
Tak berapa lama kemudian satu sms datang.
Reply. Send. Delivered.
Datang sms terakhir : ya. Nanti mama jemput. Hati-hati ya
Satu masalah selesai.
“Mbak, tukeran baterai dong. HPku low batt nih.”
Kusodorkan saja HPku padanya.
Lalu terlintas di pikiranku. “Jangan-jangan kamu nyuruh aku ke ps hanya untuk tukeran baterai hp???”
Sambil cengengsan ia mengangguk.
“….”
Speechless.
Duwh, gimana yah… aku lagi di 81. ga bisa kesana. Lagian ga bawa uang buat naik taxi ke ps
Pinjem siapa dulu kek… pokoknya ke ps aja dulu deh sekarang.
*
Lagi dimana?
Otw ke ps
*
Dimana?
Di depan ps. Kamu dimana?
Di food court depan fiesta steak.
*
Cepat-cepat kami (aku dan 2 orang teman) menuju ke food court. tengok kiri kanan, lalu terlihatlah sosoknya duduk manis sendirian.
“lho, temen-temen kamu mana?”
“udah pergi”
“kenapa nggak ikut?”
“kayaknya dia mau pergi sama temen-temennya dulu baru ke pensi”
Sambil mencerna kata-katanya aku menarik kursi dan duduk.
“aku ga bisa nemenin ke labs lho... udah bilang ke mama?”
“beluuum… gimana bilangnya???”
Pertanyaan-pertanyaan berikutnya seperti : jam berapa, naik apa, janjian sama temennya gimana, semuanya dijawab dengan mengangkat bahu atau “mmm…”
Aku ambil handphonenya dan kuketik sebuah sms.
Send. Delivered.
Tak berapa lama kemudian satu sms datang.
Reply. Send. Delivered.
Datang sms terakhir : ya. Nanti mama jemput. Hati-hati ya
Satu masalah selesai.
“Mbak, tukeran baterai dong. HPku low batt nih.”
Kusodorkan saja HPku padanya.
Lalu terlintas di pikiranku. “Jangan-jangan kamu nyuruh aku ke ps hanya untuk tukeran baterai hp???”
Sambil cengengsan ia mengangguk.
“….”
Speechless.
Jul 11, 2005
last weekend
weekend ini semua orang yang biasanya jadi teman pengisi waktu luang gue pada sibuk semua. jadilah gue berasumsi kalo weekend bakal ngbosenin berat.
ternyata, masih banyak hal yang bisa gue kerjain. sendirian ataupun sama "temen2" baru. hasilnya ternyata weekend ini menyenangkan juga kok.
seringkali kita terlalu fokus sama beberapa orang temen dekat. jadinya begitu mereka ga ada, kok kayaknya jadi ga asik lagi ya...
padahal kalo kita liat sekitar ternyata masih banyak kok orang2 yang bisa jadi temen main yang asik. dan masih banyak kok hal2 yang bisa kita kerjakan sendirian. malah kadang2 suatu pekerjaan itu jadi menyenangkan karena dilakukan sendirian.
jadi inget, dulu waktu baru pindah ke bandung gue belum punya temen sebanyak sekarang. jadi mau ga mau gue mesti bisa menyenangkan diri gue sendiri. dan akhirnya gue malah menikmati lho kegiatan semi-apatis itu.
ketika akhirnya gue punya banyak temen2 untuk hang out atau sekedar ngisi waktu luang, gue jadi lupa seninya menyenangkan diri sendiri itu. kesenangan gue jadi bergantung pada kegiatan apa yang akan gue lakukan sama temen2 hari ini. gue jadi menggantungkan kesenangan gue sama orang lain.
tapi ternyata sendiri itu ga berarti bosen. orang2 baru bukan berarti ga asik.
being flexible, itu lebih enak. jadi dalam keadaan apapun gue tetap bisa menikmati. dan akhirnya gue menggantungkan kesenangan gue ya sama diri gue sendiri.
ternyata, masih banyak hal yang bisa gue kerjain. sendirian ataupun sama "temen2" baru. hasilnya ternyata weekend ini menyenangkan juga kok.
seringkali kita terlalu fokus sama beberapa orang temen dekat. jadinya begitu mereka ga ada, kok kayaknya jadi ga asik lagi ya...
padahal kalo kita liat sekitar ternyata masih banyak kok orang2 yang bisa jadi temen main yang asik. dan masih banyak kok hal2 yang bisa kita kerjakan sendirian. malah kadang2 suatu pekerjaan itu jadi menyenangkan karena dilakukan sendirian.
jadi inget, dulu waktu baru pindah ke bandung gue belum punya temen sebanyak sekarang. jadi mau ga mau gue mesti bisa menyenangkan diri gue sendiri. dan akhirnya gue malah menikmati lho kegiatan semi-apatis itu.
ketika akhirnya gue punya banyak temen2 untuk hang out atau sekedar ngisi waktu luang, gue jadi lupa seninya menyenangkan diri sendiri itu. kesenangan gue jadi bergantung pada kegiatan apa yang akan gue lakukan sama temen2 hari ini. gue jadi menggantungkan kesenangan gue sama orang lain.
tapi ternyata sendiri itu ga berarti bosen. orang2 baru bukan berarti ga asik.
being flexible, itu lebih enak. jadi dalam keadaan apapun gue tetap bisa menikmati. dan akhirnya gue menggantungkan kesenangan gue ya sama diri gue sendiri.
Jul 1, 2005
kamar kos
selama hampir setahun gue di bandung, baru sekali gue pindah kosan.
Tempat kos gue yang pertama adanya di jalan wira angun2. dari dago, belok ke belokan di sebelah aquarius. terus aja, nanti ketemu perlimaan, terus aja lalu masuk ke belokan kanan yang pertama. tempatnya di pengkolan.
daerah di situ memang agak elit. makanya suasananya asri banget. bangunannya juga bagus. keliatan sengaja dibangun untuk kosan.
dapurnya bagus, bersih. selama tinggal disana gue sering banget masak. waktu itu gue lebih prefer beli bahan mentah dan masak sendiri daripada jajan di luar.
sayangnya, kamarnya agak sempit. kurang dari 3x3 meter. pertama2 memang ga terasa. tapi lama2, kok rasanya kamar gue jadi penuh banget yah.
apalagi setelah gue punya komputer. ruang gerak gue terkekang nih!
sayangnyaa lagi, tiap hari gue mesti jalan lumayan jauh untuk mencapai angkot. waktu itu gue masih baru banget di bandung, jadi kalo udah mulai malem suka agak serem jalan sendirian.
lalu gue menemukan tempat kosan gue sekarang. di daerah PDAM. sebelah jalan layang pasopati.
cukup jalan sekitar 20 meter untuk dapet angkot. kamarnya seluas 3x5 meter.
sayangnya, kamar gue ini dulunya bekas dapur. jadi ventilasinya kurang. bangunannya juga udah agak tua dan ga "rapi". dapurnya juga seadanya.
ya udahlah, yang penting kamarnya luas, begitu pikir gue. waktu itu mama bilang nggak usah buru2, tapi gue tetep keukeuh mau pindah.
besoknya, gue langsung bayar DP ke ibu kos.
seminggu kemudian gue pindah.
untuk beberapa saaat gue bener2 menikmati kamar gue yang luas itu. dengan komputer, meja rias (yang disediain dari kosannya), lemari baju, tempat tidur dan dispenser, kamar itu masih menyisakan banyak ruang.
tapi setelah beberapa saat yang menyenangkan, gue mulai sering menemukan.. gue ga tau pastinya apa.. bubuk2 kayu yang berjatuhan dari atap.
juga bau ga enak yang ternyata berasal dari selokan yang ada persis di belakang kamar gue.
sempet berpikir untuk pindah lagi, tapi gue males nyarinya. lagipula, yaudahlah bubuk2 itu toh hilang kalo disapu. dan bau ga enak itu juga jarang muncul, masih bisa pake pengharum ruangan juga. dari ambipur sampe glade udah pernah gue coba.
sebulan lalu sebelum balik ke jakarta, gue bersihin dulu kamar gue. disapu dan dipel. gue meninggalkan kamar itu dalam keadaan bersih. gue suka banget bau superpel yang apel itu.
beberapa hari kemarin gue balik ke bandung. dan begitu gue buka pintu... God, baunya aneh!
bubuk2 dari atap itu bertebaran dimana2. well, bukan kejutan.
yang bikin gue kaget, di tempat tidur gue yang letaknya di sebelah lubang ventilasi, ada semacam tanah lembab.
ternyata plastik yang seharusnya nutupin lubang ventilasi itu robek dan ga tau gimana, mungkin kebawa angin dan hujan, tanah lembab itu bisa sampe di tempat tidur gue.
ga cuman itu, di salah satu sudut ruangan bergelantung debu2 yang menggumpal mirip sarang laba2.
ya sudah, mau gimana lagi?
gue bersihin lagi deh kamar gue yang seluas 3x5 meter dan hanya berjarak sekitar 20 meter dari rute angkot itu.
selalu ada resiko untuk tiap pilihan kan?
Tempat kos gue yang pertama adanya di jalan wira angun2. dari dago, belok ke belokan di sebelah aquarius. terus aja, nanti ketemu perlimaan, terus aja lalu masuk ke belokan kanan yang pertama. tempatnya di pengkolan.
daerah di situ memang agak elit. makanya suasananya asri banget. bangunannya juga bagus. keliatan sengaja dibangun untuk kosan.
dapurnya bagus, bersih. selama tinggal disana gue sering banget masak. waktu itu gue lebih prefer beli bahan mentah dan masak sendiri daripada jajan di luar.
sayangnya, kamarnya agak sempit. kurang dari 3x3 meter. pertama2 memang ga terasa. tapi lama2, kok rasanya kamar gue jadi penuh banget yah.
apalagi setelah gue punya komputer. ruang gerak gue terkekang nih!
sayangnyaa lagi, tiap hari gue mesti jalan lumayan jauh untuk mencapai angkot. waktu itu gue masih baru banget di bandung, jadi kalo udah mulai malem suka agak serem jalan sendirian.
lalu gue menemukan tempat kosan gue sekarang. di daerah PDAM. sebelah jalan layang pasopati.
cukup jalan sekitar 20 meter untuk dapet angkot. kamarnya seluas 3x5 meter.
sayangnya, kamar gue ini dulunya bekas dapur. jadi ventilasinya kurang. bangunannya juga udah agak tua dan ga "rapi". dapurnya juga seadanya.
ya udahlah, yang penting kamarnya luas, begitu pikir gue. waktu itu mama bilang nggak usah buru2, tapi gue tetep keukeuh mau pindah.
besoknya, gue langsung bayar DP ke ibu kos.
seminggu kemudian gue pindah.
untuk beberapa saaat gue bener2 menikmati kamar gue yang luas itu. dengan komputer, meja rias (yang disediain dari kosannya), lemari baju, tempat tidur dan dispenser, kamar itu masih menyisakan banyak ruang.
tapi setelah beberapa saat yang menyenangkan, gue mulai sering menemukan.. gue ga tau pastinya apa.. bubuk2 kayu yang berjatuhan dari atap.
juga bau ga enak yang ternyata berasal dari selokan yang ada persis di belakang kamar gue.
sempet berpikir untuk pindah lagi, tapi gue males nyarinya. lagipula, yaudahlah bubuk2 itu toh hilang kalo disapu. dan bau ga enak itu juga jarang muncul, masih bisa pake pengharum ruangan juga. dari ambipur sampe glade udah pernah gue coba.
sebulan lalu sebelum balik ke jakarta, gue bersihin dulu kamar gue. disapu dan dipel. gue meninggalkan kamar itu dalam keadaan bersih. gue suka banget bau superpel yang apel itu.
beberapa hari kemarin gue balik ke bandung. dan begitu gue buka pintu... God, baunya aneh!
bubuk2 dari atap itu bertebaran dimana2. well, bukan kejutan.
yang bikin gue kaget, di tempat tidur gue yang letaknya di sebelah lubang ventilasi, ada semacam tanah lembab.
ternyata plastik yang seharusnya nutupin lubang ventilasi itu robek dan ga tau gimana, mungkin kebawa angin dan hujan, tanah lembab itu bisa sampe di tempat tidur gue.
ga cuman itu, di salah satu sudut ruangan bergelantung debu2 yang menggumpal mirip sarang laba2.
ya sudah, mau gimana lagi?
gue bersihin lagi deh kamar gue yang seluas 3x5 meter dan hanya berjarak sekitar 20 meter dari rute angkot itu.
selalu ada resiko untuk tiap pilihan kan?
Subscribe to:
Posts (Atom)
The Other Blog
Dear all, This blog is not going to be updated often as I have created another one at www.floresianay.wordpress.com which will be focusi...
-
Anak perempuan itu bernama Iis. Usianya baru 12 tahun. Baru lulus SD. Tingginya mungkin sekitar 145 cm. Dadanya masih rata, perawakannya kur...
-
Di suatu petang. Dua orang adik kakak perempuan mengobrol di teras rumah. Datanglah seorang ibu-ibu. "Udah ada uang buat bayar kontraka...
-
When I was a child, about 10 or 11, there was this Japan serial called 101st Proposal. It was a story about a man named Tetsuro in the conqu...